Senin, 08 Juni 2015

Bank SumselBabel Kembali Tak Berdaya

_MG_1188
PROBOLINGGO – Palembang Bank SumselBabel kembali tidak berdaya setelah dikalahkan juara bertahan Surabaya Samator 1-3 (15-25, 25-21, 23-25, 24-26) pada hari pertama Pertamina Proliga 2015 putaran kedua pekan kedua yang berlangsung di GOR Mastrip Probolinggo, Jumat (13/3/2015).
Akibat kekalahan ini, pasukan Mashudi semakin berat untuk maju ke babak empat besar (final four). Dengan nilai empat dari hasil sekali menang dan tujuh kali kalah, Bank SumselBabel memang masih bisa melangkah ke final four. Asalkan, sisa satu laga melawan Jakarta Electric PLN di Jakarta, 22 Maret 2015 mendatang bisa menang. Akan tetapi, itu dengan catatan jika Jakarta BNI 46 dikalahkan Jakarta Electric PLN, Sabtu (14/3/2015) di GOR Mastrip Probolinggo dan juga dikalahkan Jakarta Pertamina Energi (22/3/2015).
“Yah, kami akan tetap berusaha, walaupun peluang kami sangat tipis lolos ke final four. Kami tetap fight,” kata Mashudi yang pernah membawa Bank SumselBabel juara 2011 dan 2013.
Menurut dia, tim asuhannya sulit mengembangkan permainan saat menghadapi Samator. Tim asuhannya cukup lemah dalam penerimaan receive. “Receive kami cukup lama. Dalam latihan kami banyak melakukan receive. Tapi di lapangan menjadi salah satu kunci kelemahan,” ujar Mashudi.
Sementara itu, pelatih Surabaya Samator, Ibarsjah Djanu Tjahyono mengatakan tetap akan berusaha untuk mendapatkan poin sempurna di Probolinggo, meski sudah memastikan diri ke final four. “Tekad kami di Probolinggo ini mendapatkan nilai sempurna yang berarti kami harus menang dua pertandingan,” tambah Ibarsjah.
Di kandang sendiri di Probolinggo, Samator masih menyisakan menghadapi tim kuat Jakarta Pertamina Energi, Minggu (15/3/2015). “Kami bersaha untuk menang terus di putaran kedua ini agar kami bisa menjadi juara putaran pertama,” tukas Ibar, nama panggilannya.
Klasemen sementara putra:
1. Jakarta Electric PLN                        5     4     1      12
2. Jakarta Pertamina Energi              5     3     2      10
3. Surabaya Samator                           6     4     2      10
4. Jakarta BNI 46                                5      2     3      6
5. Plbg Bank SumselBabel                 7      1     6       4.

Putra BNI Menang, Bank Sumsel Tersingkir

bni vs pln
PROBOLINGGO – Tim putra Jakarta BNI 46 memastikan diri melangkah ke babak empat besar (final four) Pertamina Proliga 2015, setelah memetik kemenangan 3-2 (25-23, 25-19, 23-25, 27-29, 15-11) atas Jakarta Electric PLN pada hari kedua putaran kedua pekan kedua di GOR Mastrip Probolinggo, Sabtu (14/3/2015).
Hasil pertandingan itu sekaligus menyingkirkan Palembang Bank SumselBabel bersaing lolos ke empat besar. Dengan poin delapan, posisi BNI 46 tak mungkin terkejar lagi. Pasalnya, meski menang 3-0 atau 3-1 melawan Jakarta Electric PLN di Jakarta, Sabtu (21/3/2015), tak mungkin lagi bisa mengejar perolehan dari BNI. Apalagi, BNI 46 masih menyisakan dua pertandingan yakni melawan Surabaya Samator (21/3/2015) dan Jakarta Pertamina Energi (22/3/2015).
Dengan demikian, empat tim putra sudah dipastikan lolos ke final four. Selain BNI 46, tiga tim lainnya yakni Jakarta Electric PLN, Jakarta Pertamina Energi, dan Surabaya Samator.
Klasemen sementara putra:
1. Jakarta Electric PLN                     6       4      2      13
2. Jakarta Pertamina Energi           5       3      2      10
3. Surabaya Samator                        6       4      2      10
4. Jakarta BNI 46                             6        3     3       8
5. Plbg Bank SumselBabel             7        1      6        4.

Putri BNI Kalah, Peluang Petrokimia Tetap Terbuka

bni-pln pi
PROBOLINGGO – Tim putri Jakarta Electric PLN kembali memetik nilai sempurna berkat kemenangan 3-1 (25-19, 15-25, 25-16, 25-14) atas Jakarta BNI 46 pada hari ketiga Pertamina Proliga 2015 putaran kedua pekan kedua yang berlagsung di GOR Mastrip Probolinggo, Minggu (15/3/2015).
Kemenangan Berlian Marshella dan kawan-kawan itu tetap membuka peluang Gresik Petrokimia ke babak empat besar. BNI 46, Petrokimia dan Bank DKI sama-sama memiliki peluang satu tempat untuk bisa maju ke babak empat besar (final four). “Tiga tim masih memiliki peluang yaitu BNI, Bank DKI dan Petrokimia. Kita (BNI) masih punya dua sisa pertandingan yakni melawan PGN Popsivo dan Pertamina. Kalau ingin menang kita harus buktikan dengan bermain lebih baik,” kata pelatih Jakarta BNI 46, Svetlana Ilic kepada wartawan usai pertandingan.
Melawan Electric PLN, pelatih asal Serbia itu mengungkapkan kalau tim asuhan Tien Mei itu bermain lebih bagus dari timnya.
Sementara itu, asisten pelatih Jakarta Electric PLN, Risco Herlambang, mengaku kalau BNI 46 tampil cukup bagus di set kedua. “Sehingga kami susah untuk berkembang set kedua. Anak-anak kesulitan menerima servis dari BNI. Mereka bagus servisnya, kita lemah di dalam receive,” tandas Risco.
Menghadapi final four, timnya yang sudah memastikan lolos telah merencanakan strategi khusus. “Saat ini kita hanya menjaga ritme, insya Allah kita mengejar juara putaran kedua,” tutur mantan libero nasional pertama ini.
Sedangkan toser Jakarta Electric PLN, Tri Retno Mutiara Lutfi, menyatakan sudah siap susah seperti pada set kedua.

Pertarungan Penuh Gengsi di Jakarta

_MG_8873
JAKARTA – Babak reguler kompetisi bola voli Pertamina Proliga 2015 segera berakhir dengan digelarnya laga pamungkas di Kota Jakarta, 20-22 Maret 2015 ini. Pertandingan yang akan dilaksanakan di Gedung Basket  Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, ini menjadi laga penutup rangkaian babak reguler yang sebelumnya telah digelar di Balikpapan, Palembang, Malang, Gresik, dan Probolinggo.
Di bagian putra, satu tim sudah harus gagal ke babak empat besar, yaitu Palembang Bank SumselBabel. Ini merupakan kegagalan pertama bagi tim juara 2011 dan 2013. Sebelumnya, satu-satunya tim dari luar Pulau Jawa ini tidak pernah gagal ke empat besar.
Andaikan  meraih poin penuh di Jakarta, nilai Bank SumselBabel tidak akan mampu melewati peringkat keempat, yang saat ini ditempati Jakarta BNI 46. Nilai 8 yang dimiliki BNI sudah tidak mungkin lagi dilampaui Bank SumselBabel (nilai 4).
Di bagian putri, tiga tim sudah memastikan diri ke babak empat besar. Ketiga tim adalah Jakarta Electric PLN, Jakarta PGN Popsivo, dan Jakarta Pertamina Energi. Jakarta BNI 46 dan Gresik Petrokimia akan bersaing ke empat besar. BNI mendulang nilai 15. Nilai tim mantan juara ini masih bisa disamai oleh Gresik Petrokimia, peringkat kelima. Petrokimia, tim yang tidak pernah absen berlaga di Proliga ini, mengoleksi nilai 9.
Bila ingin lolos ke empat besar, Petrokimia harus menang dengan nilai sempurna di Jakarta. Namun, itu pun dengan catatan, BNI gagal total di Ibukota. Petrokimia akan menghadapi dua tim yang telah gagal ke babak empat besar, yakni Manokwari Valeria Papua Barat (Sabtu, 21/3/2015) dan tuan rumah Jakarta Bank DKI, Minggu (22/3/2015). Sedangkan BNI harus bertemu tim kuat, Jakarta Pertamina Energi pada Jumat (20/3/2015) dan Jakarta PGN Popsivo, Sabtu (21/3/2015).
“Dapat dipastikan, kedua tim yang sama-sama ingin lolos ke empat besar akan bermain mati-matian. Ini menjadi pertarungan yang sangat menarik. Petrokimia, meskipun nilainya terpaut jauh, masih punya peluang. Berat memang, tetapi semua bisa terjadi.  BNI hanya perlu 1 poin untuk lolos, namun bukan berarti itu mudah didapat.  Yang jelas, laga ini penuh gengsi dan tidak ada yang mau mengalah,” kata Direktur Proliga Hanny Surkatty.
Hanny juga menyoroti bagian putra. Meskipun bukan laga penentu ke babak empat besar, pertandingan di Jakarta tetap penuh gengsi. “Semua tim yang lolos ke babak empat besar masih mempunyai peluang yang sama untuk menjadi juara putaran kedua. Jadi, pertarungan di bagian putra masih akan tetap ketat,” ujar Hanny.
Manajer Jakarta Bank DKI Zulfarshah mengatakan, walau sudah tidak mempunyai peluang ke babak empat besar, timnya akan memberikan perlawanan yang ketat di dua laga terakhir. Selain melawan Petrokimia, Bank DKI menghadapi Popsivo, Jumat (20/3/2015).
“Sebagai tuan rumah, kami tetap akan bermain penuh semangat. Kami akan mengeluarkan permainan terbaik kami. Kami ingin memuaskan pendukung kami,” kata mantan pemain nasional ini.

Putri BNI 46 ke Final Four, Petrokimia Tersingkir

_MG_1953
JAKARTA – Tim putri Jakarta BNI 46 dipastikan lolos ke final four Pertamina Proliga 2015 setelah perolehan angkanya tidak mungkin lagi terkejar dari pesaing terdekatnya Gresik Petrokimia dari urutan keempat klasemen sementara. Kepastian itu ditentukan setelah Novriali Yami dan kawan-kawan sukses menggilas Jakarta Pertamina Energi 3-1 (23-25, 25-20, 25-22, 25-22) pada laga pembuka putaran kedua pekan ketiga di Gedung Basket, Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Jumat (20/3/2015).
Dengan tambahan tiga angka itu, BNI 46 tetap bercokol di urutan keempat dengan 18 poin dari 11 laga. Pasukan Svetlana Ilic unggul sembilan angka dari Gresik Petrokimia dari 10 laga. Artinya, apa pun hasil yang diraih Petrokimia dalam dua laga di Jakarta ini, tidak akan mengubah posisi BNI 46 di urutan keempat atau batas aman menuju final four.  Petrokimia bakal menghadapi Manokwari Valeria Papua Barat, Sabtu (21/3/2015) dan Jakarta Bank DKI, Minggu (22/3/2015).
BNI 46 sendiri secara mengejutkan mampu menaklukkan Pertamina 3-1 setelah mengalami tekanan yang cukup besar pasca berakhirnya seri Probolinggo, akhir pekan lalu. Apalagi BNI 46 sempat tertinggal lebih dulu pada set pertama dengan skor 23-25. Namun, buruknya performa Pertamina, mampu dimanfaatkan BNI 46 untuk bangkit dan memetik kemenangan secara beruntun di tiga set berikutnya, yakni 25-20, 25-22, dan 25-22. Hasil itu sekaligus menahan posisi Pertamina di urutan ketiga dengan 21 poin dari 11 laga. Pada pertandingan di Probolinggo pekan sebelumnya, Pertamina juga takluk 0-3 atas Gresik Petrokimia.
“Percaya atau tidak, saya juga terkejut melihat penampilan anak-anak pada pertandingan kali ini setelah apa yang terjadi di Probolinggo. Kami tampil dengan tekanan yang cukup besar karena wajib menang melawan Pertamina agar bisa lolos ke final four. Tapi sebuah pertandingan memang bukanlah matematika dan kita bisa mengalahkan mereka. Yang pasti saya bangga dengan permainan anak-anak, bukan hanya karena kita menang, tapi juga karena kita lolos ke final four,” kata pelatih Svetlana Ilic usai pertandingan kepada wartawan.
Di final four mendatang, Svetlana Ilic mengatakan akan ada strategi khusus untuk meningkatkan performa anak-anak asuhnya dari segi teknik dan kekompakkan. Sedangkan pelatih Pertamina, Oktavian berharap kedatangan Tapaphaipun Chaisri pada final four, bisa mengembalikan rasa percaya diri anak-anak asuhnya. “Saya juga tidak tahu kenapa permainan kita hari ini sangat jelek sekali. Kami tidak melepas, tapi karena kita memang tampil sangat buruk,” kata pelatih Jakarta Pertamina Energi,  Oktavian.
“Komang (Bumi Rekta) sempat muntah-muntah dan sakit kepala sebelum pertandingan sehingga kami banyak mengandalkan Zara (Alfa Lautania) yang belum begitu pengalaman. Kemudian Malika (Khatong) tampil tidak seperti saat-saat pertama kali dia datang ke Indonesia. Saya juga bingung kadang-kadang anak-anak bisa bermain bagus sekali, tapi juga bisa tampil jelek sekali. Mudah-mudahan kedatangan ‘mbami’ (Tapaphaipun Chaisri) bisa mengembalikan rasa percaya diri anak-anak lagi,” tukas Oktavian.

Rekor Manokwari Pecah

_MG_9850
JAKARTA – Rekor tak pernah menang yang disandang Man0kwari Valeria Papua Barat akhirnya pecah juga. Pada laga kesebelas, melawan Gresik Petrokimia, tim asuhan Munawar itu menang 3-2 (18-25, 25-22, 21-25, 25-16, 15-8) pada hari kedua putaran kedua Pertamina Proliga 2015 pekan kedua di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (21/3/2015).
Pelatih Manokwari Valeria Papua Barat, Munawar mengaku gembira hasil kemenangan tersebut meskipun sudah tidak mempengaruhi ke putaran empat besar. “Apapun, saya merasa senang anak-anak bisa menang, walaupun sudah tidak ada pengaruhnya,” ujar Munawar kepada wartawan usai pertandingan.
Menurut dia, anak asuhnya tidak patah semangat untuk mendapat kemenangan. “Kita memang tidak pernah, tapi beberapa kali hampir menang meski akhirnya kalah. Tapi upaya anak-anak untuk menang itu yang saya apresiasi,” tambah Munawar.
Gresik Petrokimia sendiri yang sudah tidak memiliki peluang lagi ke putaran empat besar, setelah Jakarta BNI 46 memastikan lolos ke final four dengan mengalahkan Jakarta Pertamina Energi 3-1 (20/3/2015). “Kami tidak lagi memiliki peluang ke final four, anak-anak jadi tidak bersemangat lagi,” tutur pelatih Gresik Petrokimia, Taufik Hidayat.

Surabaya Samator Juara Putaran Dua

_MG_3153
JAKARTA – Juara bertahan Surabaya Samator menjuarai putaran kedua Pertamina Proliga 2015 setelah menundukkan Jakarta BNI 46 dengan 3-0 (25-21, 25-23, 25-22) pada hari kedua yang berlangsung di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (21/3/2015).
Di putaran kedua, tim asuhan Ibasyah Djanu ini belum terkalahkan dari empat laga dan memperoleh nilai sebelas, selisih enam poin dengan peringkat kedua, Jakarta Electric PLN. Namun, tim asuhan Putut Marhaento itu masih memiliki satu pertandingan, sementara Samator sudah menyelesaikan pertandingan di putaran kedua. Seandainya Jakarta Electric PLN menang dari Palembang Bank SumselBabel 3-0 atau 3-1 tidak dapat mengejar poin Samator.
Akan tetapi, untuk klasemen putra putaran satu dan dua, Jakarta Electric PLN masih memimpin. Samator dan PLN sama-sama mengeoleksi nilai 16. Namun, PLN memiliki kelebihan satu pertandingan. Juara putaran satu yakni PLN, sulit untuk dilewati Samator.
Dengan meraih gelar juara putaran kedua, Samator mendapat hadiah uang pembinaan Rp 15 juta.
Klasemen sementara putaran kedua putra:
1. Surabaya Samator               4          4          0          11
2. Jakarta Electric PLN          3          1           2          5
3. Jakarta BNI 46                    3          2          1           4
4. Jkt Pertamina Energi         3          1          2          3
5. Plbg Bank SumselBabel     3          0         3          1.

Bank DKI Siap Dukung E-Ticketing Proliga

e tiket
JAKARTA -Hingga hari kedua putaran kedua pekan ketiga Pertamina Proliga 2015 di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, sebanyak 5.000 kartu JakCard yang digunakan sebagai tanda masuk atau tiket masuk telah terjual. Demikian disebutkan panitia pelaksana dari Bank DKI selaku tuan rumah pekan ketiga, yang merupakan seri penyisihan terakhir musim ini.
Bank DKI yang menjadi tuan rumah menggunakan JakCard Bank DKI sebagai e-ticketing menggantikan penggunaan tiket kertas yang selama ini biasa digunakan oleh penyelenggara pertandingan Proliga. Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono mengaku siap bila Proliga menghendaki pelaksanaan babak final four dan grand final juga menggunakan JakCard Bank DKI.
Eko mengatakan bahwa dengan menggunakan e-ticketing, penyelenggaraan pertandingan akan berjalan dengan lebih tertib dan aman serta nyaman, karena penonton tidak perlu membeli tiket dari calo. Hingga hari kedua, Sabtu (21/3/2015), Bank DKI sudah menjual hingga 5.000 kartu JakCard special edition Proliga 2015. “Kepada para penonton Proliga, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya sudah hadir dan menyaksikan pertandingan Proliga di Jakarta dan sudah membeli JakCard” ujar Eko Budiwiyono.
Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan e-ticketing ini merupakan kali pertama menonton pertandingan olahraga menggunakan uang elektronik sebagai ticketing. “Langkah ini merupakan yang pertama saya kira untuk perbankan dan merupakan salah satu bentuk sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan uang elektronik” ujar Eko. Lebih lanjut ia menyampaikan evaluasi dari pengunaan JakCard yang dianggap berhasil. Karenanya penggunaan JakCard di ajang proliga ini juga akan menjadi evaluasi pengembangan JakCard untuk nantinya dapat dipergunakan untuk sarana hiburan lainnya seperti olahraga ataupun musik.
Kepada para penonton Proliga yang sudah membeli JakCard ia juga menghimbau bahwa JakCard juga bisa dipergunakan untuk e-ticketing Transjakarta Busway dan parkir yang sementara masih baru bisa dipergunakan di jalan Sabang. Ia juga menyampaikan bahwa Bank DKI juga saat ini sedang melakukan penjajakan kerjasama dengan bank penerbit uang elektronik lainnya sehingga kedepannya nantinya JakCard Bank DKI juga dapat dipergunakan di banyak merchant.
Ketika ditanya mengenai kelanjutan partisipasi Bank DKI di ajang Proliga, Eko menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu kendati ia juga mengakui bahwa banyak sekali manfaat Bank DKI dalam mengikuti Proliga 2015. “Ya kita dapat melihat, bahwa di setiap daerah penyelenggara, animo masyarakat terhadap Proliga semakin tinggi, dari sisi promosi, tentu ini sangat menjanjikan promosi untuk berbagai produk Bank DKI. Namun tentunya kami masih harus melakukan evaluasi” ujar Eko.

Perebutan Tiket ke Final Dimulai dari Bandung

_MG_2367
BANDUNG, 2 April 2015 -Kompetisi bola voli Pertamina Proliga 2015 sudah memasuki babak final four. Setelah bersaing ketat pada putaran pertama dan kedua, akhirnya terpilih empat tim putra dan putri.
Babak final four pertama akan digelar di Gedung Olahraga C-Tra Arena Bandung, 3-5 April 2015. Selanjutnya, babak empat besar kedua akan dilaksanakan di Hal A Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, 10-12 April.
Di bagian putri, empat kontestan yang akan bersaing semuanya berasal dari Jakarta. Keempatnya adalah Jakarta PGN Popsivo,  Jakarta Electric PLN, Jakarta Pertamina Energi, dan Jakarta BNI 46.
Di bagian putra,  juara bertahan Surabaya Samator akan bersaing dengan Jakarta Electric PLN, Jakarta BNI 46, dan Jakarta Pertamina Energi.
“Memasuki babak empat besar, boleh dikatakan semua laga adalah final. Semua tim ingin segera mungkin mendapatkan tiket ke final. Tentu tidak mau ada yang mengalah. Jadi, laga seru dan menegangkan akan tersaji,” kata Direktur Proliga Hanny Surkatty.
Menurut Hanny, kalah berarti tim harus bekerja keras untuk memenangi laga-laga berikutnya. Sebaliknya, tim yang menang akan mempunyai tabungan poin untuk melenggang ke babak final.
Selain itu pula, di babak final four ini akan memperebutkan uang pembinaan Rp 40 juta masing-masing bagi tim juara putra dan putri, dari jumlah total Rp 1 miliar hingga final.
Di samping itu, dari babak final four hingga final, menurut Hanny, akan dipilih pemain-pemain terbaik di posisi masing-masing. “Penilaian pemain the best itu bukan hanya ditentukan dari teknis saja, melainkan juga dari perilaku di lapangan. Kalau perilakunya tidak baik selama berlangsung final four hingga final, langsung dicoret,” tambah Hanny.
Partai puncak akan digelar di Yogyakarta, 19 April. “Saya tidak melihat tim lemah di babak empat besar. Semua tim mempunyai peluang sama untuk ke final. Tinggal siapa yang lebih siap di lapangan, yang akan menang,” katanya.
Hanny menilai, tim peringkat pertama klasemen akhir tidak menjadi jaminan untuk mudah ke final. Begitu pula dengan tim peringkat keempat, belum tentu akan menjadi lumbung nilai bagi tim-tim lain.
“Semua tim sudah mempersiapkan diri dengan baik selama beberapa hari libur. Jadi, sekali lagi, siapa yang lebih siap di lapangan, dia yang akan menang,” ujarnya.

Hasil Pertandingan Final Four Kedua di Jakarta

_MG_6452
Jumat, 10 April 2015
Jam 14.30 Jkt Electric PLN vs Jakarta Pertamina Energi (pa) 3-2 ( 27-29, 25-19, 26-24, 22-25, 15-12)
Jam 16.30 Surabaya Samator vs Jakarta BNI 46 (pa) 1-3 (24-26, 25-19, 22-25, 21-25)
Jam 18.30 Jakarta PGN Popsivo vs Jakarta BNI 46 (pi)  3-0 (25-15, 25-14, 25-17)
Jam 20.30 Jkt Electric PLN vs Jakarta Pertamina Energi (pi) 3-1  (25-19, 20-25, 25-20, 25-21)
Sabtu,  11 April  2015
Jam 13.00  Surabaya Samator vs Jakarta Pertamina Energi (pa) 3-1 (25-21, 23-25, 25-20, 25-21)
Jam 15.00 Jakarta Electric PLN vs  Jakarta BNI 46 (pa)  3-2 (25-23, 25-27, 17-25, 26-24, 15-11)
Jam 17.00 Jkt PGN Popsivo vs Jkt  Pertamina Energi (pi) 3-2 (25-22, 25-23, 16-25, 16-25, 15-13)
Jam 19.00 Jakarta Electric PLN vs Jakarta BNI 46 (pi) 3-0 (25-20, 25-18, 25-19)
Minggu, 12 April 2015
Jam 12.00 Jkt Pertamina Energi vs Jakarta BNI 46 (pa) 2-3 (25-27, 26-24, 23-25, 25-18, 13-15)
Jam 14.30 Jakarta Electric PLN vs Surabaya Samator (pa) 3-1 (25-19, 21-25, 25-21, 25-18)
Jam 17.00 Jakarta PGN Popsivo vs Jkt Electric PLN (pi) 1-3 (15-25, 21-25, 26-24, 7-25)
Jam 19.00 Jakarta BNI 46 vs Jkt Pertamina Energi (pi) 3-0 (25-13, 25-19, 25-22)

Juara Bertahan Putri Tumbang

_MG_2893
BANDUNG – Sukses menjuarai putaran kedua fase penyisihan, putri Jakarta Electric PLN masih terlalu tangguh bagi juara bertahan Jakarta Pertamina Energi pada laga perdana final four pertama Pertamina Proliga 2015 di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/4/2015). Maria Jose dan kawan-kawan sukses membungkam Amalia Fajrina Nabila dan kawan-kawan dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-9, dan 25-22).
Itu adalah kemenangan kedua Electric dari tiga pertemuan kedua tim sepanjang kompetisi Proliga tahun ini. Sebelumnya, Electric dipaksa menyerah 0-3 dari Pertamina pada putaran pertama di  Palembang, 15 Februari lalu. Kemudian mereka menang tipis 3-2 pada putaran kedua seri Jakarta. Kali ini Electric benar-benar membuktikan kemampuan mereka sebagai tim favorit juara dengan membungkam Pertamina dengan skor 3-0.
“Saya akui PLN main bagus sekali, rapih dan bahkan hampir tidak melakukan kesalahan. Mereka benar-benar sempurna. Sebaliknya, kita main kurang maksimal. Saat kita dapat satu hingga dua poin, justru kita melakukan kesalahan. Itu yang akhirnya membuat mental anak-anak jadi down. Tapi saya tetap optimis kita masih bisa bangkit, meski sekarang kita kalah 0-3. Masih ada lima pertandingan lagi di final four,”  pelatih Jakarta Pertamina Energi, Oktavian, usai pertandingan.
Sementara itu, Amalia mengaku jika ia dan rekan-rekanya sedikit grogi karena harus main pertama di fase final four. Apalagi lawan yang mereka hadapi adalah Electric yang di luar dugaan tampil luar biasa. “Mudah-mudahan kekalahan ini justru memberi kita motivasi untuk bisa lebih baik lagi pada pertandingan-pertandingan berikutnya,” timpal Amalia yang musim lalu terpilih sebagai pemain putri terbaik.
Sebaliknya, asisten pelatih Electric, Risco Herlembang mengucap syukur atas kemenangan timnya. Bagi Risco, tampil di hadapan publik Bandung seperti bermain di rumah sendiri. “Apalagi banyak para pemain kami berasal dari Bandung. Sebenarnya kita sempat khawatir karena di Palembang kita kalah 0-3 dari Pertamina dan cuma menang 3-2 di Jakarta. Saya juga senang karena Yola (Yuliana) banyak membantu. Posisinya yang semula ‘all-around’ sekarang jadi ‘quicker’ dan dia banyak menciptakan poin,” ungkapnya.
Kapten Electric, Maria Jose lantas berharap kemenangan ini bisa menambah rasa percaya diri rekan-rekannya untuk dapat mempertahankan performa mereka selama final four. Selanjutnya, putri Electric akan menghadapi Jakarta BNI 46 dan Pertamina bentrok dengan Jakarta PGN Popsivo, Sabtu (4/4/2015).

Samator-PLN di Final Putra

_MG_6542
JAKARTA -Surabaya Samator akan mendampingi Jakarta Electric PLN ke partai final yang dijadwalkan berlangsung di GOR Among Rogo Yogyakarta, 19 April 2015 mendatang. Hal itu dipastikan setelah Jakarta Electric PLN mengungguli Jakarta BNI 46 dengan skor 3-2 (25-23, 25-27, 17-25, 26-24, 15-11), pada hari kedua babak empat besar (final four) kedua Pertamina Proliga 2015, di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (11/4/2015).
Dengan hasil tersebut, Jakarta BNI 46 dan Jakarta Pertamina Energi dipastikan gagal ke final. Meski masih menyisakan satu pertandingan, kedua tim tidak akan bisa mengejar perolehan poin PLN dan Samator
Pelatih Jakarta Electric PLN, Putut Marhaento pada pertandingan tersebut banyak memainkan pemain-pemain cadangan seperti M. Zaenuddin, Fikri Septian. “Saya sengaja menurunkan pemain lapis kedua, supaya mereka siap diturunkan jika diperlukan pada pertandingan-pertandingan seperti di final besok,” ujar Putut usai pertandingan.
Sementara Gordon Mayforth, pelatih Jakarta BNI 46 mengakui setelah kalah di set keempat motivasi Loudry dan kawan-kawan menurun karena mereka tahu dipastikan gagal ke final. “Karena sudah tahu gagal ke final kalau tidak menang 3-0 atau 3-1, motivasi anak-anak menurun,” ujar pelatih asal AS.

PGN Popsivo Memastikan ke Final

_MG_7297
JAKARTA – Tim putri Jakarta PGN Popsivo memastikan diri ke babak final pertamina Proliga 2015 setelah menang 3-2 (25-22, 25-23, 16–25, 16-25, 15-12) atas Jakarta Pertamina Energi dalam putaran kedua final four di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.
Popsivo sebenarnya hanya membutuhkan dua set kemenangan, karena itu pelatih M. Ansori memasang pemain lapis kedua sejak set ketiga.
“Saya tak mau ambil resiko pemain cedera. Pemain inti kami turunkan untuk merebut dua set,” katanya kepada wartawan usai pertandingan.
Dia menyebut pemain asingnya asal Brasil, Anna Paula sebenarnya juga belum pulih sempurna dari cedera. “Tapi kami paksakan dia main untuk dua set, mengamankan babak final ,” katanya.

Pemain cadangan Popsivo ternyata mampu membayar kepercayaan dengan merebut set kelima. “Saya hanya minta mereka tidak menghanguskan kepercayaan bermain, ternyata bisa memotivasi mereka,” ujar Ansori.

Putra Electric Juara Final Four

_MG_7537
JAKARTA – Tim putra Jakarta Electric PLN juara babak empat besar (final four) Pertamina Proliga 2015 dengan rekor tak terkalahkan usai membungkam Surabaya Samator 3-1 (25-19, 21-25, 25-21, dan 25-18) di Gedung Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Minggu (12/4/2015). Hasil itu kian memantapkan usaha putra Electric untuk menatap gelar, sekaligus berhak atas uang pembinaan sebesar Rp40 juta.
Pasalnya, tambahan tiga angka itu tak mengoyahkan posisi Electric sebagai jawara final four dengan 15 poin, disusul Samator (9), Jakarta Pertamina Energi (6), dan Jakarta BNI 46 (6). “Ini hasil kerja keras kami selama ini. Tapi sejak awal saya memang ingin anak-anak bermain lebih santai dan tidak terlalu ngotot. Karena kalau kita main ngotot resiko cedera bisa saja dialami anak-anak. Hal itu tentunya akan merugikan kita di final nanti,” kata pelatih Electric, Putut Maerhanto.
Putut juga tidak menampik pentingnya pertandingan melawan Samator sehingga ia tidak ingin membuang kesempatan dengan menurunkan pemain lapis kedua. “Tentu pertandingan ini sangat penting buat kita dan juga samator. Itu sebabnya saya tetap menurunkan pemain-pemain utama. Dengan kemenangan ini, mudah-mudahan anak-anak juga bisa lebih paham karakter permainan Samator yang bisa kita jadikan modal di Yogyakarta (partai final),” beber Putut.
Sepanjang kompetisi Pertamina Proliga tahun ini, Electric dan Samator sudah bertemu empat kali. Berdasarkan rekor, Sigit Hermanto cs unggul 3-1. Pun, bukan berarti Samator tak memiliki kemampuan untuk mengalahkan Electric pada partai final di GOR Amongrogo, Yogyakarta pada 19 April mendatang. Apalagi pelatih Samator, Ibarsjah Djanu Tjahjono mengaku sudah mengetahui kelemahan serta kelebihan Electric setelah bertemu empat kali selama bergulirnya Pertamina Proliga tahun ini.
Dengan kata lain, Ibarsjah sudah tentu akan meminimalisir kelemahan anak-anak asuhnya dan memaksimalkan kelebihan Machfud Nurcahyadi dkk selama sepekan ke depan sebelum berlaga di Yogyakarta. “Secara keseluruhan kita sudah tahu kelemahan dan kelebihan Electric begitu pun mereka yang juga sudah tahu kelemahan dan kelebihan kita. Jadi semuanya akan tergantung di lapangan serta persiapan yang kita lakukan selama sepekan ke depan. Siapa yang lebih siap, maka merekalah yang bisa memenangkan pertandingan,” tandas Ibarsjah.
Ibarsjah juga mengakui jika Electric tampil luar biasa sehingga timnya sulit untuk bisa mengalahkan mereka. Bermain di hadapan publik Jakarta, Samator yang tertinggal lebih dulu pada set pertama dengan skor 19-25, mampu mencuri kemenangan pada set kedua, 25-21. Sayang, Sigit cs kembali kalah di set ketiga dengan skor 21-25, sebelum akhirnya takluk pada set keempat dengan skor 18-25. Pada pertandingan sebelumnya, BNI 46 kembali menyerah dari Pertamina yang kali ini dengan skor 2-3 (25-27, 26-24, 23-25, 25-18, dan 13-15).

Berat, Peluang Petrokimia ke Final Four

_MG_1059
PROBOLINGGO – Tim putri Gresik Petrokimia semakin berat untuk bisa lolos ke empat besar setelah kembali menderita kekalahan atas Jakarta PGN Popsivo 1-3 (25-23, 19-25, 20-25, 17-25) pada hari pertama putaran kedua pekan kedua Pertamina Proliga 2015, yang berlangsung di GOR Mastrip Probolinggo (13/3/2015).
Peluang yang sangat tipis dari tim asuhan Taufik Hidayat itu, setelah Jakarta BNI 46 hanya memetik dua poin berkat kemenangan tipis 3-2 (25-21, 19-25, 13-25, 25-22, 15-6) atas peringkat bawah Manokwari Valeria Papua Barat pada pertandingan kedua di hari pertama di GOR Mastrip Probolinggo.
Lailatul Aisyah dan kawan-kawan masih menyisakan tiga pertandingan di putaran kedua ini. Sabtu (14/3/2015) di GOR Mastrip, Gresik Petrokimia akan menghadapi juara bertahan Jakarta Pertamina Energi. Dua pertandingan sisa lainnya akan dihadapi Petrokimia di pekan ketiga putaran kedua di Hall Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, 20-22 Maret 2015, yakni berhadapan dengan Manokwari Valeria Papua Barat (21/3/2015) dan Jakarta Bank DKI (22/3/2015).
Dari tiga pertandingan itu, jika Petrokimia ingin lolos harus memenangkan ketiga pertandingan itu dengan skor kemenangan 3-0 atau 3-1. Itu pun jika BNI 46 kalah dengan skor 0-3 atau 1-3 dari tiga laga. Dan, itu pun harus berhitung rata-rata skor, karena jika itu terjadi nilai kedua tim sama-sama 15. Bank BNI ini saat ini mendapatkan nilai 15 dari lima kemenangan dan empat kalah. Sedangkan Gresik Petrokimia memperoleh poin enam dari dua kemenangan dan tujuh kalah.
Di samping itu pula, saingan lainnya dari Gresik Petrokimia adalah Jakarta Bank DKI. Tim asuhan Eko Waluyo itu juga masih memiliki peluang untuk lolos ke babak empat besar. Jika empat laga sisa dimenangkan pasukan Bank DKI itu, maka mereka dipastikan tampil di babak empat besar dengan catatan empat kemenangan diraih dengan skor 3-0 atau 3-0. Saat ini Jakarta Bank DKI baru mengumpulkan nilai delapan dari tiga kemenangan dan lima kekalahan.
“Kita masih optimis, meskipun itu sangat sulit bagi kami. Tapi kami tetap optimis memenangkan tiga pertandingan sisa,” kata pelatih Gresik Petrokimia, Taufik Hidayat kepada wartawan usai pertandingan.
Melawan Jakarta PGN Popsivo, menurut Taufik, tim asuhannya punya kelemahan di dalam receive. “Itu kelemahan kami. Padahal, dalam latihan anak-anak khusus berlatih tiga jam untuk receive,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih PGN Popsivo, M. Ansori mengakui kalau Rita Kurniati dan kawan-kawan tampil tidak dalam performa terbaik. “Anak-anak terlalu menganggap enteng lawan. Makanya set pertama kita kalah,” ujarnya.

Samator Kembali Buka Peluang

_MG_6640
JAKARTA – Tim putra Jakarta Pertamina gagal melangkah ke partai final Pertamina Proliga 2015, setelah dikalahkan Surabaya Samator 1-3 (21-25, 25-23, 25-20, 25-21) pada hari kedua babak empat besar (final four) kedua yang berlangsung di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (11/4/2015).
Meski masih menyisakan satu pertandingan melawan Jakarta BNI 46, namun tim asuhan Marko Klok sudah tidak berpeluang lagi ke final di Yogyakarta. “Peluang kami sudah tidak ada lagi untuk ke final,” ujar pelatih Jakarta Pertamina Energi, Marko Klok usai pertandingan.
Pelatih asal Belanda itu, mengakui kalau strategi yang diberikan sudah diberikan kepada pemain. “Tapi saya tidak tahu anak-anak tidak konsisten,” tambah.
Sementara bagi Surabaya Samator yang dikalahkan Jakarta BNI 46 di hari pertama (10/4/2015), kemenangan atas Pertamina Energi kembali membuka harapan untuk tampil di final. “Kemenangan ini cukup membuat kami senang, karena membuka peluang kami untuk lolos ke final,” ujar pelatih Surabaya Samator, Ibarsjah Djanu Tjahjono usai pertandingan

Persaingan Makin Ketat di Jakarta

_MG_4966
JAKARTA – Setelah sukses menggelar putaran final four pertama di Bandung pekan lalu, kini Pertamina Proliga 2015 memasuki babak final four kedua, babak yang sangat menentukan untuk memasuki babak final di Jogjakarta, 19 April 2015 mendatang. Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, 10-12 April 2015, akan menjadi penentuan dua tim teratas putra dan putri melangkah ke babak final.
Dari perhelatan final four pertama di Bandung, belum satu pun tim yang memastikan ke final di Jogjakarta. Artinya semua tim, empat tim putra dan empat putri, masih memiliki peluang untuk lolos ke partai puncak. Hanya saja, ada tim yang berpeluang lebih besar untuk lolos ke babak final di Jogjakarta.
Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty menyebutkan final four kedua di Jakarta akan berlangsung lebih ketat. Tim yang di Bandung pekan lalu belum bisa menang, tentunya akan lebih ngotot lagi untuk bisa memetik kemenangan. “Apalagi final four kedua ini akan memperebutkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 40 juta, tentunya akan lebih seru lagi,” ujar Hanny, seperti yang dikutip dari siaran pers Pertamina Proliga 2015.
Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI ini juga mengakui seluruh tim yang tampil di final four akan menampilkan seluruh kemampuannya untuk bisa menang dan lolos ke babak final. “Secara tim mereka bukan hanya menampilkan kemampuan teknis, tapi mereka juga mengerahkan suporter untuk memberikan semangat kepada timnya,” tambahnya.
Hanny juga mengimbau, agar para pemain yang tampil di final four sampai final bukan hanya piawai secara teknis, tetapi juga bisa menunjukkan sikap dan perilaku yang baik di lapangan. “Kita akan memilih pemain yang baik secara teknis dan nonteknis,” tukas Hanny.
Sementara itu, tim yang memiliki peluang lebih besar untuk lolos ke babak final adalah putra dan putri Jakarta Electric PLN. Tim milik perusahaan BUMN ini belum terkalahkan di tiga laga pada final four pertama di Bandung. “Kami tetap fokus di Jakarta nanti, agar kami bisa mengamankan peluang kami ke final,” kata asisten pelatih Jakarta Electric PLN putri, Risco Herlambang Matulessy.
Sebaliknya tim yang belum pernah menang di final four pertama ialah putra dan putri Jakarta BNI 46. Namun, meski belum pernah menang di tiga laga itu, Jakarta BNI 46 tetap memiliki peluang untuk bisa lolos ke babak final. “Kami akan meningkatkan performa kami untuk bisa memenangkan pertandingan di final four kedua di Jakarta,” ujar pelatih Jakarta BNI 46 putri, Svetlana Ilic.
Pertandingan final four kedua ini juga akan disiarkan secara langsung oleh TV-One, Minggu, 12 April 2015, jam 14.30 antara Jakarta Electric PLN dan Surabaya Samator. Selama pelaksanaan di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta itu panitia menyediakan tiket masuk dengan harga rata-rata Rp 50 ribu.

Putra BNI 46 Buka Peluang

_MG_6597
JAKARTA – Tim putra Jakarta BNI 46 secara mengejutkan mengalahkan juara bertahan Surabaya Samator 3-1 (26-24, 19-25, 25-22, 25-21) pada hari pertama babak empat besar (final four) kedua Pertamina Proliga 2015 di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Kemenangan BNI 46 itu sekaligus membuka peluang untuk lolos ke partai puncak yang akan berlangsung di Yogyakarta, 19 April 2015. Sebelumnya, pada babak final four pertama di Bandung, Loudry Maspaitella dan kawan-kawan ini belum sekalipun memetik kemenangan.
“BNI hari ini tampil luar biasa. Berbeda dengan waktu tampil di Bandung. Mereka semakin padu,” ujar pelatih Surabaya Samator, Ibarsjah Djanu Tjahyono kepada wartawan usai pertandingan.
Lebih lanjut pelatih tim nasional menuju SEA Games Singapura ini mengakui, absennya kapten Machfud Nurcahyadi karena cedera menjadi salah satu penyebab lemahnya serangan-serangan dari anak-anak Samator.
Dengan kemenangan atas juara bertahan, pelatih Jakarta BNI 46, Gordon Mayford mengakui kemenangan tersebut merupakan angin segar. “Target kami bisa menang di sisa dua laga,” ujar pelatih asal AS itu.

Putra Electric PLN Tinggal Selangkah

_MG_6457
JAKARTA – Tim putra Jakarta Electric PLN tinggal selangkah lagi melaju ke partai final Pertamina Proliga 2015, setelah Jumat (10/4/2015) mengalahkan Jakarta Pertamina Energi dengan skor 3-2 (27-29, 25-19, 26-24, 22-25, 15-12) pada hari pertama babak empat besar (final four) kedua di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.
Dengan kemenangan dari Pertamina Energi itu merupakan kemenangan keempat dari tim asuhan Putut Marhaento dari empat laga yang sudah dijalani. Pada laga berikutnya, Electric PLN itu kalah pun dengan skor 2-3, maka tidak menghalangi lagi langkah menuju partai puncak yang akan digelar di Yogyakarta, 19 April 2015 mendatang.
Saat ini, Antho Bertyawan dan kawan-kawan sudah mengantongi nilai 10 dari empat kemenangan. Sedangkan ketiga tim lainnya berada di bawahnya. Surabaya Samator, Jakarta BNI 46, dan Jakarta Pertamina Energi.
Pelatih Jakarta Electric PLN putra, Putut Marhaento mengakui meski tidak perlu susah-susah untuk maju ke final, dia pun dan seluruh pemain tetap ingin memenangkan tiap pertandingan. “Kami ingin tetap menyuguhkan permainan terbaik. Karena semua pemain dan pelatih ingin menang setiap pertandingan,” ujarnya kepada wartawan usai pertandingan.
Sementara itu, pelatih Jakarta Pertamina Energi, Marco Klok mengharapkan tim asuhannya akan bisa maksimal di sisa dua laga di final four kedua ini. “Kami ingin menang di dua sisa pertandingan kami, jika tidak peluang kami akan semakin sulit ke final,” kata pelatih asal Belanda itu.
Hal yang sama dikatakan kapten tim Jakarta Pertamina Energi, Ayip Rizal. “Seharusnya kami menang di pertandingan melawan PLN. Kalau di set ketiga kami bisa menang ceritanya menjadi lain,” tambah mantan pemain nasional ini.

Final, Lebih Menarik dan Menegangkan

_MG_2838
YOGYAKARTA – Pertamina Proliga 2015 memasuki babak akhir. GOR Among Rogo Yogyakarta akan menjadi tempat perhelatan partai final, 19 April 2015 mendatang, yang akan mempertemukan tim putri Jakarta Electric PLN dengan Jakarta PGN Popsivo serta Jakarta Electric PLN dan juara bertahan Surabaya Samator di bagian putra.
Partai puncak ini tentunya lebih menarik dari laga-laga sebelumnya. Karena akan menentukan tim mana yang akan menjadi juara pada gelaran kompetisi yang ke-14 ini. “Pastinya seluruh tim yang tampil di final, akan mengeluarkan segala kemampuan yang mereka miliki untuk menjadi juara,” kata Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty.
Lebih lanjut Hanny mengatakan, tim yang mencapai final ini melalui perjuangan yang sangat panjang. Oleh sebab itu, keempat tim yang tampil di final tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di depan mata ini. “Makanya pertandingan final ini akan menarik dan menegangkan,” tambah Hanny yang juga Ketua V Bidang pertandingan dan kompetisi PP. PBVSI ini.
Di samping itu pula, Hanny juga mengungkapkan para pemain akan berusaha tampil maksimal, karena akan memperebutkan predikat sebagai pemain terbaik (MVP) dan terbaik di masing-masing posisi (the best). Predikat terbaik ini, lanjut Hanny, bukan hanya ditentukan dari kemampuan teknis tapi juga non-teknis.
“Sikap dan perilaku pemain di lapangan akan sangat menentukan predikat sebagai pemain terbaik. Kalau di lapangan tampil sangat baik, tetapi sikap dan perilaku pemain tersebut tidak baik, maka akan gugur dengan sendirinya terpilih sebagai pemain terbaik,” tukas Hanny.
Sementara itu, empat tim yang akan tampil di final, baik putra maupun putri, adalah tim terbaik. Di bagian putra, Jakarta Electric PLN di babak penyisihan pernah menyandang gelar juara putaran pertama. Di babak empat besar (final four) tim asuhan Putut Marhaento itu juara dengan mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 40 juta. Di final four, Jakarta Electric PLN tidak terkalahkan dari enam laga.
“Kami ingin tetap menjaga performa di final sehingga kami bisa juara tahun ini,” ujar pelatih Jakarta Electric PLN putra, Putut Marhaento usai menjuarai final four.
Bagi tim Jakarta Electric PLN, final kali ini merupakan prestasi terbaik dari keikutsertaannya sejak 2011. Prestasi terbaik tim yang mayoritas pemainnya dari Yuso Gunadarma Yogyakarta sebelum ini adalah juara ketiga pada musim kompetisi 2014 lalu.
Sementara bagi juara bertahan Surabaya Samator, ini merupakan final kesembilan  dari 14 kali pelaksaan kompetisi yang berhadiah total Rp 1 miliar lebih ini. Dari delapan final sebelumnya itu, empat di antaranya keluar sebagai juara.
Pada musim kompetisi Pertamina Proliga 2015 ini, Surabaya Samator menjuarai putaran kedua babak penyisihan. “Kami ingin tampil maksimal di final nanti,” kata pelatih Surabaya Samator, Ibarsjah Djanu Tjahjono.
Di bagian putri, Jakarta Electric PLN juga memiliki perjalanan manis dengan menjuarai putaran kedua babak penyisihan dan final four. Tim asuhan pelatih asal Tiongkok, Tien Mei ini juga tidak terkalahkan di enam laga babak final four.
Dari keikutsertaan Jakarta Electric PLN putri tahun 2004, ini merupakan kali ketujuh mencapai final. Dari enam kali final, Jakarta Electric PLN empat kali berpredikat juara. “Tim mana pun kalau sudah di final jelas ingin juara. Kami pun begitu,” tutur asisten pelatih Jakarta Electric PLN, Risco Herlambang Matulessy.
Begitu pula dengan Jakarta PGN Popsivo. Tim yang turut serta di kompetisi bola voli tertinggi di Tanah Air sejak 2007 ini di ujung laga final four lebih banyak menurunkan pemain cadangan ini ingin maksimal di partai puncak. “Kami tidak mau beresiko. Kalau sudah tahu lolos ke final kami tidak ingin pemain kami cedera, makanya kami ingin tampil maksimal di final,” ujar pelatih Jakarta PGN Popsivo, M. Ansori.
Selain partai final putra dan putri, juga akan dipertandingkan perebutan ketiga dan keempat, antara Jakarta Pertamina Energi dan Jakarta BNI 46 putra dan putri. Laga ini akan dimulai jam 07.30.
Partai final akan disiarkan secara langsung TV-One mulai jam 12.30 dengan dimulai dari laga putri. Panitia  menyediakan tiket kelas festival Rp 50 ribu, kelas I Rp 100 ribu, dan VIP Rp 200 ribu.

Putri Electric Ikuti Jejak Putra

_MG_7799
JAKARTA – Tim putri Jakarta Electric PLN mengiikuti tim putra dengan menjuarai babak empat besar (final four) setelah mengungguli Jakarta PGN Popsivo dengan skor 3-1 (25-15, 25-21, 24-26, 25-7) pada hari terakhir final four kedua Pertamina Proliga 2015 di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Minggu (12/4/2015).
Tim asuhan Tien Mei itu dari enam laga di final four belum terkalahkan. Atas gelar tersebut, Berlian Marshella dan kawan-kawan berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp 40 juta.
Asisten pelatih Jakarta Electric PLN, Risco Herlambang mengakui dengan kemenangan 3-1 atas Jakarta PGN Popsivo menggambarkan kemenangan di final nanti. Seperti diketahui kedua tim dipastikan akan bertemu di final, yang dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta, 19 April 2015 mendatang.
Menurut Risco, Popsivo yang turun dengan lapis kedua di akhir final four akan tampil lebih baik di final. “Saya mengkhawatirkan Popsivo, karena stamina anak-anak Popsivo yang tampil lebih baik. Karena di Yogyakarta hanya main sekali,” kata Risco.
Sementara pelatih Jakarta PGN Popsivo, M. Ansori mengatakan kalau dia sengaja menurunkan pemain lapis kedua untuk konsentrasi final.

Putri Electric PLN Tinggal Selangkah Juara Putaran Dua

_MG_2950
JAKARTA – Tim putri Jakarta Electric PLN tinggal selangkah lagi menjuarai putaran kedua Kompetisi Pertamina Proliga 2015 setelah memenangkan pertandingan kelima di putaran kedua ini melawan juara bertahan Jakarta Pertamina 3-2 (25-18, 14-25, 25-20, 14-25, 15-11) di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (21/3/2015).
Tim asuhan pelatih asal Tiongkok, Tien Mei itu hanya tinggal menyisakan satu pertandingan melawan Manokwari Valeria Papua Barat, Minggu (22/3/2015). PLN saat ini memimpin klasemen sementara dengan lima kemenangan dan belum sekalipun kalah dengan nilai 14. Sedangkan di tempat kedua diduduki Jakarta PGN Popsivo dengan nilai 12, dari hasil empat kali menang dan sekali kalah.
Asisten pelatih Jakarta Electric PLN, Risco Gerlambang mengatakan permainan Berlian Marshella dan kawan-kawan melawan Pertamina kurang bagus. “Terus terang kami bingung permainan anak-anak malam ini. Jelek sekali. Saya tidak tahu kenapa,” kata Risco kepada wartawan usai pertandingan.
Namun, tambahnya lagi, dia bisa merasa puas karena bisa menang dari Pertamina. “Biar bagaimanapun kemenangan ini bisa menanmbah semangat para pemain untuk tampil di babak empat besar nanti,” tutur mantan pemain nasional itu.
Sementara itu, pelatih Jakarta Pertamina Energi, Oktavian merasa puas dengan permainan anak asuhnya meskipun kalah. Dua pertandingan sebelumnya, melawan Jakarta BNI 46 di Jakarta dan Gresik Petrokimia di Probolinggo. “Kami puas karena bisa bermain bagus walaupun kami kalah dari PLN,” tukas Oktavian.

Popsivo Geser Electric PLN

_MG_3018
JAKARTA – Jakarta PGN Popsivo menggeser Jakarta Electric PLN di posisi teratas klasemen sementara putri putaran kedua setelah mengalahkan Jakarta BNI 46 dengan skor 3-0 (25-15, 25-13, 25-14) pada hari kedua pekan ketiga Pertamina Proliga 2015 di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (21/3/2015).
Dengan modal lima kemenangan dan sekali kalah di putaran kedua, tim asuhan M. Ansori itu sudah mengantongi nilai 15. Sedangkan Electric PLN di posisi kedua nilai 14 dari hasil lima kemenangan tanpa kalah. Namun, Electric masih memiliki satu kali tanding melawan Manokwari Valeria Papua Barat, Minggu (22/3/2015). Sedangkan Popsivo sudah tidak bermain lagi.
Namun, klasemen secara kesuluruhan dari putaran pertama hingga putaran kedua, Popsivo menempati posisi teratas dengan nilai 31 dari hasil 11 kemenangan dan sekali kalah. Sedangkan mendapatkan nilai 26 dari hasil sembilan kemenangan dan dua kali kalah. Seandainya menang dari Manokwari Valeria Papua Barat dengan nilai kemenanan 3-0 atau 3-1, poin Electric tidak bisa mengejar perolehan angka Popsivo.
“Kami melihat BNI 46 anti klimaks. Sehingga kami berani mencoba beberapa pemain,” ujar pelatih Jakarta PGN Popsivo, M. Ansori kepada wartawan usai pertandingan.
Menurut Ansori, BNI 46 seperti kehilangan permainan karena disebabkan kelelahan, di mana sehari sebelumnya memaksakan menang dari Jakarta Pertamina Energi untuk bisa lolos ke babak empat besar (final four).
Pelatih Jakarta BNI 46, Svetlana Ilic mengakui kalau timnya lemah menghadapi Popsivo, karena beberapa pemainnya sedang sakit. “Beberapa pemain kami sakit. Sehingga berpikir untuk final four dengan mengurus kesehatan pemain,” tambah pelatih asal Serbia itu.
Klasemen sementara putaran dua putri:
1. Jakarta PGN Popsivo          6         5         1         15
2. Jakarta Electric PLN           5        5         0         14
3. Jakarta BNI 46                     6        4         2         11
4. Jakarta Pertamina Energi  6       2          4           7
5. Gresik Petrokimia                5       1           4          4
6. Mwari Valeria Papua Brt   5        1          4           4
7. Jakarta Bank DKI                5        1         4            2
Klasemen sementara putaran 1 dan 2:
1. Jakarta PGN Popsivo                12      11        1         31
2. Jakarta Electric PLN                 11       9        2         26
3. Jakarta Pertamina Energi        12      7         5         22
4. Jakarta BNI 46                           12      6        6          18
5. Gresik Petrokimia                      11      3        8          10
6. Jakarta Bank DKI                      11      3        8           8
7. 6. Mwari Valeria Papua Brt      11    1          10      5.

Proliga 2015 Diikuti 5 Tim Putra dan 7 Putri

rapat proliga
JAKARTA – Proliga 2015 dipastikan akan diikuti lima tim putra dan tujuh putri serta berlangsung dengan dua putaran di babak reguler, dua putaran empat besar dan grand final.
Putaran pertama di babak reguler berlangsung di tiga kota yakni Balikpapan, Palembang, Jogjakarta. Sedangkan putaran keduanya dilaksanakan di Gresik, Probolinggo, dan Jakarta.
Babak empat besarnya di Bandung untuk putaran pertama dan Jakarta putaran kedua. Grand final berlangsung di Jogjakarta.
Kelima tim putra yang ikut serta antara lain Jakarta BNI 46, Jakarta Electric PLN, Jakarta Pertamina Energi, Palembang Bank Sumsel Babel, dan Surabaya Samator. Satu tim yang pada Proliga 2014 ikut serta yaitu Solo Bank Jateng mundur.
Di bagian putri masih tetap sama dengan Proliga 2014 yaitu tujuh tim, terdiri dari Gresik Petrokimia, Jakarta Bank DKI, Jakarta BNI 46, Jakarta Electric PLN, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Popsivo PGN, dan Manokwari Valeria Papua Barat.
Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty menyebutkan bahwa peserta Proliga 2015 ini sudah final dengan lima tim putra dan tujuh putri. Kompetisi tertinggi bola voli di Tanah Air ini akan berlangsung mulai 6 Februari di Balikpapan dan berakhir di Jogjakarta 19 April 2015.
Hanny yang juga Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI mengimbau kepada klub-klub Proliga agar jangan sampai terlambat mengurus International Transfer Certificate (ITC) dan Kartu Ijin Tinggal Sementara (Kitas) bagi pemain asing. “Sebelum tampil di lapangan, pemain asing itu harus sudah menyelesaikan masalah ITC dan Kitas. Kalau tidak, kita tidak perbolehkan pemain asing itu bermain di Proliga,” ujar Hanny di sela-sela Pertemuan Proliga dengan klub-klub peserta, di Sekretariat PP PBVSI Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2014)

Mampukan Jakarta Electric PLN Membuktikan Siklus Lima Tahunan?

_MG_7518
YOGYAKARTA – Sejak Proliga digelar 2002 hingga saat ini, baru Jakarta BNI 46 yang mampu mengawinkan gelar juara putra dan putri. Uniknya, gelar itu diraih bank milik Pemerintah itu berjarak lima tahun. Pertama, diraih pada tahun 2005 dan kemudian lima tahun berikutnya yakni 2010, Jakarta BNI 46 kembali meraih gelar yang sama.
Tim putra Jakarta BNI 46 sudah lima kali menyandang predikat juara kompetisi bola voli tertinggi di Tanah Air yaitu tahun 2003, 2005, 2006, 2010, dan terakhir 2012. Sedangkan putri Jakarta BNI 46 baru dua kali yakni tahun 2005 dan 2010.
Tahun ini, kompetisi yang bernama Pertamina Proliga 2015, Jakarta Electric PLN berpeluang mengawinkan gelar juara putra dan putri, di mana perusahaan BUMN itu menjadi finalis. “Kalau Jakarta Electric PLN tahun ini mampu mengawinkan gelar juara itu, berarti siklus lima tahunan bisa terwujud kembali,” ujar Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty.
Bagi Jakarta Electric PLN putri, gelar juara kompetisi bergengsi ini, sudah tiga kali dari enam kali menjadi finalis mampu diraih. Gelar juara putri-putri Jakarta Electric PLN diraih tahun 2004, 2009, dan 2011. Sedangkan menjadi finalis, selain tiga kali menjadi juara, yaitu 2005, 2008, dan 2012. Jakarta Electric PLN mulai mengikuti kompetisi ini sejak tahun 2004.
Sementara tim putra Jakarta Electric PLN memiliki prestasi kurang menggembirakan. Prestasi terbaik yang pernah ditorehkan putra-putra Jakarta Electric PLN adalah tahun 2014 dengan menempati peringkat ketiga  dari enam peserta. Dua tahun sebelum itu secara berturut-turut, 2012 dan 2013, Jakarta Electric PLN terpuruk di dasar klasemen alias juru kunci yaitu posisi kedelapan (2012) dan ketujuh (2013). Dua prestasi yang lainnya yaitu keempat (2005 dan 2011).
Tim putra Jakarta Electric PLN berbeda dengan putrinya. Jika putri sudah sebelas kali mengikuti kompetisi yang sudah 14 kali digelar, putranya baru lima kali bergabung. Pertama dimulai tahun 2005. Kemudian, tahun berikutnya absen 2010 dan baru bergabung kembali 2011.
Mampukah tim besutan pelatih asal Tiongkok, Tien Mei (putri) dan Putut Marhaneto (putra) itu menjaga siklus lima tahunan itu dengan mengawinkan gelar juara Pertamina Proliga 2015, 19 April 20015 di GOR Among Rogo Yogyakarta? Atau Jakarta PGN Popsivo (putri) dan Surabaya Samator (putra) akan menggagalkan siklus lima tahunan itu? Kita tunggu saja.

Putra-Putri PLN Buktikan Siklus Lima Tahunan

_MG_3962
YOGYAKARTA – Putra dan putri Jakarta Electric PLN mampu membuktikan siklus lima tahunan dengan ‘mengawinkan gelar’ Pertamina Proliga 2015 setelah mengalahkan lawan-lawan mereka pada partai final di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Minggu (19/4/2015). Sebelumnya, baru Jakarta BNI 46 yang mampu mengawinkan gelar pada 2005 dan 2010.
Sejak digelar pada tahun 2002 silam, baru Jakarta BNI 46 yang mampu meraih gelar secara bersamaan di kelompok putra dan putri. Uniknya, hal itu dilakukan dalam siklus lima tahunan, yakni pada tahun 2005 dan 2010. Tahun ini, siklus lima tahunan itu kembali diwujudkan oleh Electric yang akhirnya menjadi juara secara bersamaan, yakni di kelompok putra dan putri. Putra Electric berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Surabaya Samator 3-0 (25-19, 28-26, dan 25-22).
Ini adalah pertama kalinya putra Electric berhasil menjadi juara setelah prestasi tertinggi yang bisa mereka raih hanyalah menjadi peringkat ketiga dalam sejarah Proliga, yakni tahun 2014 lalu. “Bisa mempersembahkan gelar pertama untuk Electric tentu sebuah prestasi yang luar biasa. Tapi ini bukan hasil dari kerja keras saya sendiri, tapi juga anak-anak yang tampil luar biasa. Untuk itu saya juga berterima kasih kepada anak-anak,” tandas pelatih putra Jakarta Electric PLN, Putut Marhaento, usai pertandingan.
Di kelompok putri, Maria Jose dan kawan-kawan sukses menjadi juara dengan membungkam Jakarta PGN Popsivo 3-1 (23-25, 25-16, 27-25, 25-16). Gelar itu sekaligus menjadikan Maria Jose cs sebagai satu-satunya kolektor trofi terbanyak di kelompok putri. Pasalnya, hanya putri Electric yang mampu menjadi juara sebanyak empat kali setelah tahun 2004, 2009, dan 2011, disusul Bandung Artdeco Bank Jabar (2), Jakarta BNI 46 (2), Surabaya Bank Jatim (2), dan Popsivo (2).
“Syukur Alhamdulillah kita bisa menjadi juara setelah melewati berbagai perjuangan yang panjang. Saya sempat khawatir setelah melihat peramainan anak-anak pada set pertama. Apalagi Tri Retno Mutiara baru bergabung dengan tim setelah mengikuti Ujian Nasional (UN). Beruntung, kita bisa melewati set kedua, ketiga, dan keempat dengan baik,” kata asisten pelatih putri Electric, Risco Herlambang yang ogah ambil pusing terkait prokontra yang mengarah kepada Aprilia S Manganang.
Menurutnya, segala permasalahan yang menimpa spiker putri Electric itu akan berakhir jika ia masuk dalam skuad Timnas bola voli untuk berlaga di SEA Games Singapura, bulan Juni mendatang. Pada pertandingan sebelumnya, putra dan putri Pertamina berhasil menaklukkan BNI 46 dengan skor 3-0 untuk menempati urutan ketiga. Di Kelompok putra, Pertamina menang 25-19, 25-22, dan 25-19, sementara di kelompok putri, menang 25-15, 25-18, dan 25-21.

Inilah Nama-nama Pemain Timnas Bola Volly ke SEA Games XXVIII/2015 Singapura



testing
Inilah Nama-nama Pemain Timnas ke SEA Games XXVIII/2015 Singapura:
Putra:
1. I Kadek Juliadi (Bali) – Toser
2. I Komang Suarnata (Bali) – Allround
3. Antho Bertiyawan (DIY) – Quicker
4. Agung Seganti (Jatim) – Open Spike
5. Rendy Febriant Tamamilang (Jatim) – Open Spike
6. Rivan Nurmulki (Jatim) – Open Spike
7. Mahfud Nurcahyadi (Jatim) – Quicker
8. I Puti Randu Wahyu Pradana (Jatim)  – Quicker
9. Samsul Kohar (Jatim) – All Round
10. Bastian Tamtomo Putra (Jateng) – Libero
11. Sigit Ardian (Jateng) – Open Spike
12. Aji Maulana (Jateng) – Tosser
Ofisial:
– Ibarsjah Djanu Tjahyono (Jatim) – Pelatih
– Octavian (Jabar) – Asisten Pelatih
– Joni Sugiyatno (Jatim) – Trianer
Putri:
1. Nandita Ayu Salsabila (DKI) – Open Spike
2. Amalia Fajrina Nabila (Jabar) – Open Spike
3. Novriali Yami (Jabar) – Open Spike
4. Yolla Yuliana (Jabar) – All Round
5. Wilda Siti Nur Fadillah Sugandi (Jabar) – Quicker
6. Maya Kurnia Indri Sari (Jatim) – Quicker
7. Komang Bumi Rekta (Jabar) – Tosser
8. Tri Retno Mutiara Lutfi (Jabar) – Tosser
9. Novia Andriyanti (Jatim) – All Round
10. Asih Titi Pangestuti (Jatim) – Quicker
11. Dewi Wulandari (Jatim) – Libero
12. Aprilia Santini Manganang (Sulut) – All Round
Ofisial:
– Muhammad Ansori (DKI) – Pelatih
– Eko Waluyo (DKI) – Asisten Pelatih
– Risco Herlambang Matulessy (Jabar) – Trainer
– Kombes Pol. Adang Ginanjar Saputra (DKI) – Manajer putra dan putri.
Para pemain timnas ini diharapkan sudah datang di Pelatnas Sentul Bogor (Padepokan Voli) tanggal 26 April 2015.

Maya Kurnia Indri pemain voly cantik indonesia

 maya kurnia

Maya Kurnia Indri merupakan salah satu pemain dari klub Jakarta Pertamina di kompetisi Proliga 2014. Sebelum masuk ke klub ini, Maya yang berparas cantik ini memang sudah aktif di ajang voli tingkat daerah sejak dirinya masih sekolah di bangku sekolah menengah atas.
Gadis cantik kelahiran Gresik ini sendiri kini juga makin menanjak karirnya di dunia Voli sehingga dirinya berhasil masuk di tim nasional dan telah memperkuat timnas bola voli di ajang Kejuaraan Junior Asia 2006 dan Kejuaraan Asia 2007 di Thailand. Saat ini pun Maya juga masih masuk pemain langganan timnas bola voli Indonesia.

Aprilia S Manganan menjadi kunci keberhasilan anak asuh Tien Mei merebut point demi point. Asisten Pelatih Jakarta Elektrik PLN Risco Herlambang menegaskan Aprilia tampil bagus dan menjadi motor kemenangan tim. "Kunci sukses Elektrik ada di Aprilia. Saat dia main bagus, sumbangan poin ada di situ," ujarnya.

Pertandingan antara Jakarta Elektrik PLN dan Jakarta PGN Popsivo berlangsung sangat ketat. Sejak set pertama, kedua tim saling kejar poin. Namun, ketegangan menjadikan Jakarta Elektrik PLN harus kehilangan set pertama dengan skor 23-25.

"Tegang di set pertama. Beruntung di set kedua pemain bisa bermain lepas," tandas Pemain Jakarta Elektrik PLN Yolla Yulia.

Pelatih Jakarta PGN Popsivo M Anshori menyebutkan, sejak set pertama sudah mengkhawatirkan stamina anak asuhnya. Kekawatiran muncul karena kejar mengejar skor terjadi sejak point pertama set pertama. "Pemain kami didominasi pemain senior, sehingga faktor stamina menjadi sangat terpengaruh," tandasnya.

Dari empat set yang dilewati di grandfinal kali ini, Anshori menyebut set ketiga menjadi set penentu. Diyakininya, set yang berakhir 27-25 untuk Jakarta Elektrik PLN tersebut jika hasilnya berbeda, maka hasil akhir juga akan berbeda.

Permainan di set ketiga berlangsung sangat ketat hingga kedua tim mampu meraih point sama-sama 23. Namun Jakarta Elektrik PLN berhasil memaksimalkan permainan dengan merebut empat point terakhir sehingga menutup set ketiga.

"Kami punya lima pemain spike. Namun yang bisa maksimal hanya tiga. Kalau sudah habis ya kita juga tidak bisa berbuat lain. Efeknya permainan menjadi tidak berkembang," tandas pemain Jakarta PGN Popsivo Rita Kurniati.

Secara teknis, blok yang dilakukan pemain PGN Popsivo menurut Rita juga lebih buruk dibandingkan dengan pemain Jakarta Elektrik. Keunggulan tersebut mampu dimaksimalkan oleh para pemain Jakarta Elektrik PLN.

source: http://sports.sindonews.com/read/991255/51/putri-jakarta-elektrik-pln-kampiun-proliga-2015-1429440879
Jakarta Elektrik PLN putri sukses merebut trofi Pertamina Proliga 2015. Sempat kecolongan di set pertama saat ditantang Jakarta PGN Popsivo di GOR Amongrogo Yogyakarta, Minggu (19/4/2015), Yolla Yuliana dkk mampu membalikkan keadaan, dan menutup laga dengan skor 3-1 (23-25, 25-16, 27-25, dan 25-16).

Aprilia S Manganan menjadi kunci keberhasilan anak asuh Tien Mei merebut point demi point. Asisten Pelatih Jakarta Elektrik PLN Risco Herlambang menegaskan Aprilia tampil bagus dan menjadi motor kemenangan tim. "Kunci sukses Elektrik ada di Aprilia. Saat dia main bagus, sumbangan poin ada di situ," ujarnya.

Pertandingan antara Jakarta Elektrik PLN dan Jakarta PGN Popsivo berlangsung sangat ketat. Sejak set pertama, kedua tim saling kejar poin. Namun, ketegangan menjadikan Jakarta Elektrik PLN harus kehilangan set pertama dengan skor 23-25.

"Tegang di set pertama. Beruntung di set kedua pemain bisa bermain lepas," tandas Pemain Jakarta Elektrik PLN Yolla Yulia.

Pelatih Jakarta PGN Popsivo M Anshori menyebutkan, sejak set pertama sudah mengkhawatirkan stamina anak asuhnya. Kekawatiran muncul karena kejar mengejar skor terjadi sejak point pertama set pertama. "Pemain kami didominasi pemain senior, sehingga faktor stamina menjadi sangat terpengaruh," tandasnya.

Dari empat set yang dilewati di grandfinal kali ini, Anshori menyebut set ketiga menjadi set penentu. Diyakininya, set yang berakhir 27-25 untuk Jakarta Elektrik PLN tersebut jika hasilnya berbeda, maka hasil akhir juga akan berbeda.

Permainan di set ketiga berlangsung sangat ketat hingga kedua tim mampu meraih point sama-sama 23. Namun Jakarta Elektrik PLN berhasil memaksimalkan permainan dengan merebut empat point terakhir sehingga menutup set ketiga.

"Kami punya lima pemain spike. Namun yang bisa maksimal hanya tiga. Kalau sudah habis ya kita juga tidak bisa berbuat lain. Efeknya permainan menjadi tidak berkembang," tandas pemain Jakarta PGN Popsivo Rita Kurniati.

Secara teknis, blok yang dilakukan pemain PGN Popsivo menurut Rita juga lebih buruk dibandingkan dengan pemain Jakarta Elektrik. Keunggulan tersebut mampu dimaksimalkan oleh para pemain Jakarta Elektrik PLN.

source: http://sports.sindonews.com/read/991255/51/putri-jakarta-elektrik-pln-kampiun-proliga-2015-1429440879
Jakarta Elektrik PLN putri sukses merebut trofi Pertamina Proliga 2015. Sempat kecolongan di set pertama saat ditantang Jakarta PGN Popsivo di GOR Amongrogo Yogyakarta, Minggu (19/4/2015), Yolla Yuliana dkk mampu membalikkan keadaan, dan menutup laga dengan skor 3-1 (23-25, 25-16, 27-25, dan 25-16).

Aprilia S Manganan menjadi kunci keberhasilan anak asuh Tien Mei merebut point demi point. Asisten Pelatih Jakarta Elektrik PLN Risco Herlambang menegaskan Aprilia tampil bagus dan menjadi motor kemenangan tim. "Kunci sukses Elektrik ada di Aprilia. Saat dia main bagus, sumbangan poin ada di situ," ujarnya.

Pertandingan antara Jakarta Elektrik PLN dan Jakarta PGN Popsivo berlangsung sangat ketat. Sejak set pertama, kedua tim saling kejar poin. Namun, ketegangan menjadikan Jakarta Elektrik PLN harus kehilangan set pertama dengan skor 23-25.

"Tegang di set pertama. Beruntung di set kedua pemain bisa bermain lepas," tandas Pemain Jakarta Elektrik PLN Yolla Yulia.

Pelatih Jakarta PGN Popsivo M Anshori menyebutkan, sejak set pertama sudah mengkhawatirkan stamina anak asuhnya. Kekawatiran muncul karena kejar mengejar skor terjadi sejak point pertama set pertama. "Pemain kami didominasi pemain senior, sehingga faktor stamina menjadi sangat terpengaruh," tandasnya.

Dari empat set yang dilewati di grandfinal kali ini, Anshori menyebut set ketiga menjadi set penentu. Diyakininya, set yang berakhir 27-25 untuk Jakarta Elektrik PLN tersebut jika hasilnya berbeda, maka hasil akhir juga akan berbeda.

Permainan di set ketiga berlangsung sangat ketat hingga kedua tim mampu meraih point sama-sama 23. Namun Jakarta Elektrik PLN berhasil memaksimalkan permainan dengan merebut empat point terakhir sehingga menutup set ketiga.

"Kami punya lima pemain spike. Namun yang bisa maksimal hanya tiga. Kalau sudah habis ya kita juga tidak bisa berbuat lain. Efeknya permainan menjadi tidak berkembang," tandas pemain Jakarta PGN Popsivo Rita Kurniati.

Secara teknis, blok yang dilakukan pemain PGN Popsivo menurut Rita juga lebih buruk dibandingkan dengan pemain Jakarta Elektrik. Keunggulan tersebut mampu dimaksimalkan oleh para pemain Jakarta Elektrik PLN.

source: http://sports.sindonews.com/read/991255/51/putri-jakarta-elektrik-pln-kampiun-proliga-2015-1429440879

Kendal Jadi Tuan Rumah PGN Livoli Divisi Utama 2013

Kendal Jadi Tuan Rumah PGN Livoli Divisi Utama 2013

Delapan klub putra dan putri dipastikan tampil dalam kompetisi PGN Liga Voli Indonesia (Livoli) Divisi Utama 2013, di GOR Bahurekso, Kendal, 13-20 Oktober.

Delapan tim putra terdiri dari TNI AU, Tirta Dewata Bali, Mars Probolinggo, Yuso Gunadarma, Surabaya Samator, Berlian Jateng, Indomaret Sidoarjo dan Mabes TNI. Indomaret dan Mabes merupakan juara dan runner up Livoli Divisi I pada musim lalu. Mereka menggantikan JML Kota Tangerang dan Bank Sumut, yang turun kasta ke Livoli Divisi I.

TNI AU menjadi juara bertahan. Di final musim lalu, mereka mengalahkan Tirta Dewata. Gelar tersebut, merupakan yang pertama bagi TNI AU.

"Di Livoli, tidak ada pemain asing. Pemainnya murni atlet binaan yang dilakukan klub-klub. Meski begitu, pertandingan ini tetap dipastikan berlangsung sengit," ucap Ketua Bidang Kompetisi dan Pertandingan Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), Hanny Surkatty.

Di bagian putri, tim yang tampil yakni Surabaya Bank Jatim, Petrokimia Gresik, Popsivo Polwan Jakarta, Bandung Alko, Mabes TNI, PLN, dan Wahana Express Group. Dua tim yang terlempar dari persaingan Divisi Utama adalah Yuso Gunadarma dan TNI AU, digantikan PLN dan Wahana.

Selain Divisi Utama, PP PBVSI juga menggelar Livoli Divisi I di GOR Bhuana Patra, Buleleng, Bali, 27 Oktober-3 November.

Tim putra yang sudah memastikan diri tampil di Buleleng yakni TNI AL, Asabri (DKI Jakarta), SBC, PDAM Sidoarjo (Jawa Timur), Ganefo (Yogyakarta), Jeep (Bali), TGA (Jambi), Asmat (Papua), Bank Jateng, BNI 46 (Jawa Tengah), Double N (Kalimantan Barat), Arfak (Papua Barat). Tim putri, TNI AU, TNI AL, Popgard (Jakarta), Tectona, Bahana (Jawa Barat), Ganefo (DIY), Jeep (Bali).

Vice President Hubungan Antar Lembaga PGN, Santiaji Gunawan menambahkan bahwa hadiah kejuaraan di antaranya adalah piala bergilir dan piala tetap.

Livoli Divisi Utama berhadiah total Rp 193 juta. Juara I mendapat Rp 35 juta, juara II Rp 25 juta, juara III Rp 20 juta, dan juara IV Rp 15 juta. Pemain terbaik juga akan mendapat Rp 1,5 juta.

Sementara di Divisi I, total hadiahnya mencapai Rp100 juta. Rinciannya, juara I akan mendapat Rp 20 juta, juara II Rp 12,5 juta, juara III Rp 10 juta dan juara IV Rp7,5 juta. Selain itu juara I dan II berhak promosi ke Divisi Utama.

Surabaya Samator Janjikan All Out di Bandung

Surabaya Samator Janjikan All Out di Bandung


Meski Bandung merupakan final four pertama, tim voli putra Surabaya Samator menjanjikan akan tampil all out. Sebab, hasil di GOR C-tra Arena Bandung 28 Februari hingga 2 Maret akan menentukan langkah mereka ke final BSI Proliga 2014.

Tiga pertandingan dalam tiga hari berturut-turut akan dilakoni para tim yang lolos ke babak empat besar ini. Bagi Samator, dua tim yang pernah mengalahkan mereka di putaran penyisihan, Palembang Bank Sumsel dan Jakarta Electric PLN langsung menghadang mereka di hari pertama dan kedua. Sementara pada hari ketiga di Bandung ini, Samator akan menghadapi Jakarta Pertamina Energi yang dua kali dikalahkan di putaran penyisihan.

Meski tim lawan relatif ringan di hari terakhir, Samator tak mau main-main. "Kita tidak akan mengendurkan kekuatan di hari pertama untuk pertandingan berikutnya. Kita anggap semua lawan di sini kuat dan langsung all out," tegas manajer Samator, Hadi Sampurna dalam jumpa pers Kamis (27/2). "Kita pikirkan strategi mana yang terbaik, dan itu kami serahkan ke pelatih untuk membuat perubahan komposisi pemain yang diturunkan."

Menurutnya, hasil di Bandung akan menentukan langkah mereka untuk final four kedua di Yogyakarta 7-9 Maret nanti. Sementara terkait ke final merebut juara, Hadi mengaku peluang tim yang diperkuat tosser asal Kuba, Hierrezuelo, itu masih ada.