Senin, 08 Juni 2015

Mampukan Jakarta Electric PLN Membuktikan Siklus Lima Tahunan?

_MG_7518
YOGYAKARTA – Sejak Proliga digelar 2002 hingga saat ini, baru Jakarta BNI 46 yang mampu mengawinkan gelar juara putra dan putri. Uniknya, gelar itu diraih bank milik Pemerintah itu berjarak lima tahun. Pertama, diraih pada tahun 2005 dan kemudian lima tahun berikutnya yakni 2010, Jakarta BNI 46 kembali meraih gelar yang sama.
Tim putra Jakarta BNI 46 sudah lima kali menyandang predikat juara kompetisi bola voli tertinggi di Tanah Air yaitu tahun 2003, 2005, 2006, 2010, dan terakhir 2012. Sedangkan putri Jakarta BNI 46 baru dua kali yakni tahun 2005 dan 2010.
Tahun ini, kompetisi yang bernama Pertamina Proliga 2015, Jakarta Electric PLN berpeluang mengawinkan gelar juara putra dan putri, di mana perusahaan BUMN itu menjadi finalis. “Kalau Jakarta Electric PLN tahun ini mampu mengawinkan gelar juara itu, berarti siklus lima tahunan bisa terwujud kembali,” ujar Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty.
Bagi Jakarta Electric PLN putri, gelar juara kompetisi bergengsi ini, sudah tiga kali dari enam kali menjadi finalis mampu diraih. Gelar juara putri-putri Jakarta Electric PLN diraih tahun 2004, 2009, dan 2011. Sedangkan menjadi finalis, selain tiga kali menjadi juara, yaitu 2005, 2008, dan 2012. Jakarta Electric PLN mulai mengikuti kompetisi ini sejak tahun 2004.
Sementara tim putra Jakarta Electric PLN memiliki prestasi kurang menggembirakan. Prestasi terbaik yang pernah ditorehkan putra-putra Jakarta Electric PLN adalah tahun 2014 dengan menempati peringkat ketiga  dari enam peserta. Dua tahun sebelum itu secara berturut-turut, 2012 dan 2013, Jakarta Electric PLN terpuruk di dasar klasemen alias juru kunci yaitu posisi kedelapan (2012) dan ketujuh (2013). Dua prestasi yang lainnya yaitu keempat (2005 dan 2011).
Tim putra Jakarta Electric PLN berbeda dengan putrinya. Jika putri sudah sebelas kali mengikuti kompetisi yang sudah 14 kali digelar, putranya baru lima kali bergabung. Pertama dimulai tahun 2005. Kemudian, tahun berikutnya absen 2010 dan baru bergabung kembali 2011.
Mampukah tim besutan pelatih asal Tiongkok, Tien Mei (putri) dan Putut Marhaneto (putra) itu menjaga siklus lima tahunan itu dengan mengawinkan gelar juara Pertamina Proliga 2015, 19 April 20015 di GOR Among Rogo Yogyakarta? Atau Jakarta PGN Popsivo (putri) dan Surabaya Samator (putra) akan menggagalkan siklus lima tahunan itu? Kita tunggu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar