YOGYAKARTA – Putra dan
putri Jakarta Electric PLN mampu membuktikan siklus lima tahunan dengan
‘mengawinkan gelar’ Pertamina Proliga 2015 setelah mengalahkan
lawan-lawan mereka pada partai final di GOR Among Rogo, Yogyakarta,
Minggu (19/4/2015). Sebelumnya, baru Jakarta BNI 46 yang mampu
mengawinkan gelar pada 2005 dan 2010.
Sejak digelar pada
tahun 2002 silam, baru Jakarta BNI 46 yang mampu meraih gelar secara
bersamaan di kelompok putra dan putri. Uniknya, hal itu dilakukan dalam
siklus lima tahunan, yakni pada tahun 2005 dan 2010. Tahun ini, siklus
lima tahunan itu kembali diwujudkan oleh Electric yang akhirnya menjadi
juara secara bersamaan, yakni di kelompok putra dan putri. Putra
Electric berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Surabaya Samator 3-0
(25-19, 28-26, dan 25-22).
Ini adalah pertama
kalinya putra Electric berhasil menjadi juara setelah prestasi tertinggi
yang bisa mereka raih hanyalah menjadi peringkat ketiga dalam sejarah
Proliga, yakni tahun 2014 lalu. “Bisa mempersembahkan gelar pertama
untuk Electric tentu sebuah prestasi yang luar biasa. Tapi ini bukan
hasil dari kerja keras saya sendiri, tapi juga anak-anak yang tampil
luar biasa. Untuk itu saya juga berterima kasih kepada anak-anak,”
tandas pelatih putra Jakarta Electric PLN, Putut Marhaento, usai
pertandingan.
Di kelompok putri,
Maria Jose dan kawan-kawan sukses menjadi juara dengan membungkam
Jakarta PGN Popsivo 3-1 (23-25, 25-16, 27-25, 25-16). Gelar itu
sekaligus menjadikan Maria Jose cs sebagai satu-satunya kolektor trofi
terbanyak di kelompok putri. Pasalnya, hanya putri Electric yang mampu
menjadi juara sebanyak empat kali setelah tahun 2004, 2009, dan 2011,
disusul Bandung Artdeco Bank Jabar (2), Jakarta BNI 46 (2), Surabaya
Bank Jatim (2), dan Popsivo (2).
“Syukur Alhamdulillah kita bisa menjadi juara setelah
melewati berbagai perjuangan yang panjang. Saya sempat khawatir setelah
melihat peramainan anak-anak pada set pertama. Apalagi Tri Retno Mutiara
baru bergabung dengan tim setelah mengikuti Ujian Nasional (UN).
Beruntung, kita bisa melewati set kedua, ketiga, dan keempat dengan
baik,” kata asisten pelatih putri Electric, Risco Herlambang yang ogah
ambil pusing terkait prokontra yang mengarah kepada Aprilia S Manganang.
Menurutnya, segala permasalahan yang menimpa spiker putri
Electric itu akan berakhir jika ia masuk dalam skuad Timnas bola voli
untuk berlaga di SEA Games Singapura, bulan Juni mendatang. Pada
pertandingan sebelumnya, putra dan putri Pertamina berhasil menaklukkan
BNI 46 dengan skor 3-0 untuk menempati urutan ketiga. Di Kelompok putra,
Pertamina menang 25-19, 25-22, dan 25-19, sementara di kelompok putri,
menang 25-15, 25-18, dan 25-21.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar