JAKARTA – Babak reguler kompetisi bola voli Pertamina Proliga 2015 segera berakhir dengan digelarnya laga pamungkas di Kota Jakarta, 20-22 Maret 2015 ini. Pertandingan yang akan dilaksanakan di Gedung Basket Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, ini menjadi laga penutup rangkaian babak reguler yang sebelumnya telah digelar di Balikpapan, Palembang, Malang, Gresik, dan Probolinggo.
Di bagian putra, satu tim sudah harus gagal ke babak empat besar, yaitu Palembang Bank SumselBabel. Ini merupakan kegagalan pertama bagi tim juara 2011 dan 2013. Sebelumnya, satu-satunya tim dari luar Pulau Jawa ini tidak pernah gagal ke empat besar.
Andaikan meraih poin penuh di Jakarta, nilai Bank SumselBabel tidak akan mampu melewati peringkat keempat, yang saat ini ditempati Jakarta BNI 46. Nilai 8 yang dimiliki BNI sudah tidak mungkin lagi dilampaui Bank SumselBabel (nilai 4).
Di bagian putri, tiga tim sudah memastikan diri ke babak empat besar. Ketiga tim adalah Jakarta Electric PLN, Jakarta PGN Popsivo, dan Jakarta Pertamina Energi. Jakarta BNI 46 dan Gresik Petrokimia akan bersaing ke empat besar. BNI mendulang nilai 15. Nilai tim mantan juara ini masih bisa disamai oleh Gresik Petrokimia, peringkat kelima. Petrokimia, tim yang tidak pernah absen berlaga di Proliga ini, mengoleksi nilai 9.
Bila ingin lolos ke empat besar, Petrokimia harus menang dengan nilai sempurna di Jakarta. Namun, itu pun dengan catatan, BNI gagal total di Ibukota. Petrokimia akan menghadapi dua tim yang telah gagal ke babak empat besar, yakni Manokwari Valeria Papua Barat (Sabtu, 21/3/2015) dan tuan rumah Jakarta Bank DKI, Minggu (22/3/2015). Sedangkan BNI harus bertemu tim kuat, Jakarta Pertamina Energi pada Jumat (20/3/2015) dan Jakarta PGN Popsivo, Sabtu (21/3/2015).
“Dapat dipastikan, kedua tim yang sama-sama ingin lolos ke empat besar akan bermain mati-matian. Ini menjadi pertarungan yang sangat menarik. Petrokimia, meskipun nilainya terpaut jauh, masih punya peluang. Berat memang, tetapi semua bisa terjadi. BNI hanya perlu 1 poin untuk lolos, namun bukan berarti itu mudah didapat. Yang jelas, laga ini penuh gengsi dan tidak ada yang mau mengalah,” kata Direktur Proliga Hanny Surkatty.
Hanny juga menyoroti bagian putra. Meskipun bukan laga penentu ke babak empat besar, pertandingan di Jakarta tetap penuh gengsi. “Semua tim yang lolos ke babak empat besar masih mempunyai peluang yang sama untuk menjadi juara putaran kedua. Jadi, pertarungan di bagian putra masih akan tetap ketat,” ujar Hanny.
Manajer Jakarta Bank DKI Zulfarshah mengatakan, walau sudah tidak mempunyai peluang ke babak empat besar, timnya akan memberikan perlawanan yang ketat di dua laga terakhir. Selain melawan Petrokimia, Bank DKI menghadapi Popsivo, Jumat (20/3/2015).
“Sebagai tuan rumah, kami tetap akan bermain penuh semangat. Kami akan mengeluarkan permainan terbaik kami. Kami ingin memuaskan pendukung kami,” kata mantan pemain nasional ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar