Senin, 08 Juni 2015

Berat, Peluang Petrokimia ke Final Four

_MG_1059
PROBOLINGGO – Tim putri Gresik Petrokimia semakin berat untuk bisa lolos ke empat besar setelah kembali menderita kekalahan atas Jakarta PGN Popsivo 1-3 (25-23, 19-25, 20-25, 17-25) pada hari pertama putaran kedua pekan kedua Pertamina Proliga 2015, yang berlangsung di GOR Mastrip Probolinggo (13/3/2015).
Peluang yang sangat tipis dari tim asuhan Taufik Hidayat itu, setelah Jakarta BNI 46 hanya memetik dua poin berkat kemenangan tipis 3-2 (25-21, 19-25, 13-25, 25-22, 15-6) atas peringkat bawah Manokwari Valeria Papua Barat pada pertandingan kedua di hari pertama di GOR Mastrip Probolinggo.
Lailatul Aisyah dan kawan-kawan masih menyisakan tiga pertandingan di putaran kedua ini. Sabtu (14/3/2015) di GOR Mastrip, Gresik Petrokimia akan menghadapi juara bertahan Jakarta Pertamina Energi. Dua pertandingan sisa lainnya akan dihadapi Petrokimia di pekan ketiga putaran kedua di Hall Basket Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, 20-22 Maret 2015, yakni berhadapan dengan Manokwari Valeria Papua Barat (21/3/2015) dan Jakarta Bank DKI (22/3/2015).
Dari tiga pertandingan itu, jika Petrokimia ingin lolos harus memenangkan ketiga pertandingan itu dengan skor kemenangan 3-0 atau 3-1. Itu pun jika BNI 46 kalah dengan skor 0-3 atau 1-3 dari tiga laga. Dan, itu pun harus berhitung rata-rata skor, karena jika itu terjadi nilai kedua tim sama-sama 15. Bank BNI ini saat ini mendapatkan nilai 15 dari lima kemenangan dan empat kalah. Sedangkan Gresik Petrokimia memperoleh poin enam dari dua kemenangan dan tujuh kalah.
Di samping itu pula, saingan lainnya dari Gresik Petrokimia adalah Jakarta Bank DKI. Tim asuhan Eko Waluyo itu juga masih memiliki peluang untuk lolos ke babak empat besar. Jika empat laga sisa dimenangkan pasukan Bank DKI itu, maka mereka dipastikan tampil di babak empat besar dengan catatan empat kemenangan diraih dengan skor 3-0 atau 3-0. Saat ini Jakarta Bank DKI baru mengumpulkan nilai delapan dari tiga kemenangan dan lima kekalahan.
“Kita masih optimis, meskipun itu sangat sulit bagi kami. Tapi kami tetap optimis memenangkan tiga pertandingan sisa,” kata pelatih Gresik Petrokimia, Taufik Hidayat kepada wartawan usai pertandingan.
Melawan Jakarta PGN Popsivo, menurut Taufik, tim asuhannya punya kelemahan di dalam receive. “Itu kelemahan kami. Padahal, dalam latihan anak-anak khusus berlatih tiga jam untuk receive,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih PGN Popsivo, M. Ansori mengakui kalau Rita Kurniati dan kawan-kawan tampil tidak dalam performa terbaik. “Anak-anak terlalu menganggap enteng lawan. Makanya set pertama kita kalah,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar